Jambi, 9 Oktober 2025 – Unit Penunjang Akademik Bimbingan dan Konseling (UPA BK) Universitas Jambi kembali menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan mahasiswa melalui kegiatan Seminar Pendidikan Cerdas, Sehat, dan Produktif: Penguatan Kontrol Diri Mahasiswa melalui Layanan Konseling dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba. Acara ini berhasil menarik perhatian lebih dari 350 mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Jambi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pemahaman mendalam mengenai pentingnya kontrol diri, gaya hidup sehat, serta peran layanan konseling dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan mahasiswa.
Kegiatan diawali dengan laporan oleh Ketua Pelaksana, Rully Andi Yaksa, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan dukungan semua pihak yang turut berkontribusi dalam menyukseskan acara ini. Selanjutnya, dalam sambutan yang disampaikan oleh Kepala UPA BK Universitas Jambi, Muhammad Ferdiansyah, S.Pd., M.Pd., Kons., yang menekankan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak hanya dilakukan melalui pendekatan hukum, tetapi juga melalui penguatan aspek psikologis dan bimbingan konseling yang berkelanjutan, “Melalui layanan konseling, mahasiswa dapat belajar mengenali diri, mengelola tekanan, serta mengambil keputusan yang sehat untuk masa depan mereka,” ujar Ferdiansyah.
Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I Universitas Jambi, Prof. Hafrida, SH., MH., yang dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada UPA BK Universitas Jambi atas komitmennya dalam memperkuat kesadaran mahasiswa terhadap bahaya narkoba serta pentingnya kontrol diri dalam menjalani kehidupan kampus yang produktif.Beliau berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi wadah pembelajaran yang berkelanjutan bagi seluruh civitas akademika.
Seminar menghadirkan narasumber utama Dr. Sofwan Adi Putra, M.Pd., Kons., Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung, yang membawakan materi bertajuk “Membangun Resiliensi dan Menghentikan Kebencian” sebagai bagian dari strategi pencegahan penyalahgunaan narkoba pada mahasiswa. Dalam pemaparannya, Dr. Sofwan menjelaskan bahwa pencegahan tidak hanya sebatas menjauhi narkoba, tetapi juga tentang membangun resiliensi psikologis dan keluarga yang positif. Ia menyoroti pentingnya memahami berbagai pendekatan dalam psikologi seperti psikoanalisis, kognitif, behaviorisme, dan humanistik dalam membentuk perilaku sehat.
Lebih lanjut, ia mengutip pandangan Carl Rogers, bahwa manusia pada dasarnya dapat dipercaya, memiliki kemampuan untuk memahami diri, mengarahkan diri sendiri, serta mampu membuat perubahan yang konstruktif dan produktif, “Setiap mahasiswa punya hak untuk bahagia. Solusi sebenarnya ada pada diri sendiri,” tegas Dr. Sofwan, seraya mengajak peserta untuk membangun lingkungan positif, menyelesaikan masalah yang belum tuntas, menciptakan media katarsis, dan berhenti melabel diri secara negatif.
Paparan tersebut disampaikan secara interaktif dengan mengajak peserta berdiskusi mengenai peran kontrol diri dalam menghadapi tekanan hidup dan godaan perilaku berisiko. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya mahasiswa yang aktif bertanya dan berbagi pengalaman selama sesi berlangsung. Banyak mahasiswa yang aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pandangan terkait cara menjaga kesehatan mental serta menghindari perilaku berisiko di lingkungan kampus.
Melalui kegiatan ini, UPA BK Universitas Jambi menegaskan perannya sebagai pusat layanan yang tidak hanya fokus pada konseling, tetapi juga edukasi preventif untuk mewujudkan mahasiswa cerdas, sehat, dan produktif. Seminar ini menjadi langkah nyata UPA BK Universitas Jambi dalam membangun kesadaran kolektif menuju kampus bebas narkoba dan generasi muda yang tangguh, berkarakter, serta berdaya saing tinggi.

