Universitas Jambi melalui Unit Penunjang Akademik Bimbingan dan Konseling (UPA BK) kembali menggelar kegiatan Workshop Manajemen Stres pada Mahasiswa. Workshop yang dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan Universitas Jambi ini berlangsung dengan antusiasme tinggi. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H., serta Kepala UPA BK UNJA, Muhammad Ferdiansyah, M.Pd., Kons., yang turut memberikan dukungan terhadap pengembangan program-program layanan psikologis dan konseling di lingkungan kampus.

Respon dan Tanggapan Mahasiswa

Salah satu peserta, Fikril dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Program Studi Farmasi, menyampaikan bahwa workshop ini sangat bermanfaat. Menurutnya, mahasiswa menjadi lebih memahami bahwa stres tidak selalu berdampak negatif serta dapat dikendalikan apabila dikelola dengan baik. Sementara itu, Vina Ayu Niswari, mahasiswa FKIP Program Studi Pendidikan Sejarah, menuturkan bahwa workshop ini membuatnya semakin sadar bahwa stres merupakan kondisi yang tidak bisa disepelekan. Vina juga menyampaikan harapan agar kegiatan serupa terus dilaksanakan secara berkesinambungan.

Masukan dan Harapan Mahasiswa untuk Kegiatan Selanjutnya

Selain memberikan apresiasi, mahasiswa juga menyampaikan sejumlah masukan yang membangun serta harapan untuk program UPA BK UNJA di masa mendatang. Beberapa poin yang berhasil dihimpun antara lain:

  1. Pendalaman materi manajemen stres dalam konteks kehidupan sehari-hari

Mahasiswa menilai bahwa pembahasan seputar stres perlu dikaitkan lebih konkret dengan realitas mahasiswa saat ini, seperti bagaimana mengatasi stres akibat penggunaan media sosial yang berlebihan, mengelola hubungan sosial dan dinamika organisasi, hingga mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

  1. Penguatan tema emosi dan kesehatan mental

Seorang mahasiswa dari Fakultas Hukum menyampaikan, “Menurut saya, penting sekali jika ke depan UPA BK UNJA membahas secara khusus mengenai emosi dan kesehatan mental, karena sering kali masalah emosional menjadi pemicu utama munculnya stres yang berkepanjangan.”

  1. Pengembangan keterampilan penunjang

Beberapa mahasiswa menyarankan agar UPA BK UNJA menghadirkan pelatihan yang lebih praktis, seperti keterampilan komunikasi efektif, public speaking, serta manajemen waktu.

  1. Pembahasan kepribadian mahasiswa

Mahasiswa dari Fakultas Peternakan juga memberikan pandangannya. Ia menyampaikan, “Akan sangat menarik jika UPA BK UNJA bisa membahas lebih mendalam tentang tipe kepribadian ekstrovert dan introvert. Dengan begitu, mahasiswa bisa lebih mengenali diri sendiri dan tahu cara mengelola stres sesuai dengan karakter masing-masing.”

Dengan berbagai masukan tersebut, mahasiswa berharap agar UPA BK UNJA dapat terus menyelenggarakan program yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga aplikatif dan berorientasi pada kebutuhan nyata mahasiswa.

Pandangan Dosen dan Tenaga Kependidikan

Dari sisi dosen dan tenaga kependidikan, kegiatan Workshop Manajemen Stres pada Mahasiswa ini dinilai sebagai langkah yang sangat positif dan relevan dengan kondisi mahasiswa saat ini. Mereka menilai bahwa program seperti ini memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, meningkatkan kesadaran diri, serta memperkuat daya lenting (resiliensi) mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik maupun kehidupan sehari-hari. Workshop semacam ini diharapkan akan mampu menumbuhkan kemampuan mahasiswa untuk berpikir lebih adaptif dan solutif ketika menghadapi tekanan, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan psikologis dan prestasi belajar mereka.

UPA BK UNJA berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang edukatif, inspiratif, dan aplikatif guna mendukung terciptanya lingkungan kampus yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *