Jambi, 25 September 2025 – Unit Penunjang Akademik Bimbingan dan Konseling (UPA BK) Universitas Jambi sukses menyelenggarakan Workshop Manajemen Stres yang dihadiri oleh lebih dari 300 mahasiswa dari berbagai fakultas. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan strategi praktis kepada mahasiswa dalam mengelola stres, khususnya yang berkaitan dengan tuntutan akademik dan kehidupan kampus.
Acara dibuka dengan laporan Ketua Pelaksana, Muhammad Alridho Lubis, M.Pd yang menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas antusiasme peserta. Selanjutnya, sambutan diberikan oleh Kepala UPA BK, Muhammad Ferdiansyah, S.Pd., M.Pd., Kons., yang menekankan pentingnya peran layanan bimbingan dan konseling dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa.
Dalam sambutannya, Ferdiansyah menegaskan bahwa manajemen stres merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki mahasiswa untuk mencapai keseimbangan antara akademik, sosial, dan kehidupan pribadi. “UPA BK hadir sebagai wadah yang siap mendampingi mahasiswa dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan kampus,” ujarnya.
Kegiatan resmi dibuka oleh Wakil Rektor I Universitas Jambi, Prof. Hafrida, SH., MH. Dalam arahannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada UPA BK atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan ini dan berharap mahasiswa mampu menerapkan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas diri.
Workshop menghadirkan narasumber Dr. Alrefi, M.Pd., dosen Universitas Sriwijaya, yang menyampaikan materi terkait strategi manajemen stres melalui pendekatan psikologis dan praktis. Dalam paparannya, Dr. Alrefi menekankan pentingnya mengenali sumber stres, mengelola emosi, serta membangun kebiasaan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Para peserta tampak antusias mengikuti sesi interaktif yang dipandu langsung oleh narasumber. Diskusi dan tanya jawab berlangsung dinamis, memperlihatkan tingginya kepedulian mahasiswa terhadap isu kesehatan mental.
Melalui kegiatan ini, UPA BK Universitas Jambi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program edukatif yang mendukung peningkatan kesejahteraan psikologis mahasiswa. Workshop manajemen stres ini diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa dalam membangun ketahanan diri sekaligus menciptakan lingkungan akademik yang sehat dan produktif.


